Siapa Saja yang Bisa Menjadi Programmer?

 


Ketika menyebutkan kata programmer, maka yang terpikirkan pertama kali adalah seorang yang ahli dalam bidang komputer, sehingga muncul persepsi bahwa untuk menjadi seorang programmer harus memiliki latar belakang IT atau paling tidak menguasai segala macam persoalan terkait komputer.

Pernyataan ini tidak sepenuhnya salah. Sebab sering kita jumpai umumnya para programmer adalah orang-orang dari lulusan IT. Namun tidak sedikit pula programmer yang berasal dari non-IT.

Intinya siapapun dapat menjadi programmer. Modal dasarnya hanyalah pengetahuan dasar tentang komputer, minimal mampu mengoperasikan komputer. Sisanya adalah dengan proses belajar yang baik dan tekun.

Di era ini, telah menjamur panduan (tutorial), dokumentasi, bahkan pelatihan-pelatihan baik secara gratis maupun berbayar yang akan membantu kita untuk belajar bahasa pemrograman. Sehingga hampir setiap orang mempunyai peluang untuk belajar bahasa pemrograman. Hal yang perlu ditanamkan sebelum memutuskan untuk belajar bahasa pemrograman adalah keinginan kuat untuk belajar, karena belajar pemrograman tidak sesulit yang Kamu bayangkan tapi juga tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Selain tentang latar pendidikan, umumnya usia juga kadang menjadi isu bagi pembelajar pemrograman. Jika kita berpikir bahwa seorang programmer pastilah seorang sarjana komputer atau seorang insinyur, atau orang dewasa yang sudah cukup matang pemikirannya, kenyataannya ternyata tidak mesti demikian. Di internet dan media sosial bertebaran informasi tentang anak-anak yang berprestasi menghasilkan aplikasi buatannya sendiri, hingga orang tua yang beralih profesi dari petani menjadi programmer.

Ada juga bahkan kisah tentang pria homeless yang diajari pemrograman dan akhirnya menjadi seorang programmer mobile.

Artinya siapapun dapat mempelajari pemrograman dan berkarir di bidang ini.

Pembahasan selanjutnya tinggal bagaimana dia mau belajar dengan sungguh-sungguh dan fokus hingga hasil belajarnya dapat dipetik.

Apakah Saya Harus Menguasai Matematika untuk Menguasai Pemrograman?

Ada pertanyaan yang menarik perhatian ketika akan memulai belajar bahasa pemrograman, haruskah menguasai matematika?. Jawaban singkatnya tentu tidak harus. Akan tetapi untuk mempelajari pemrograman, Kamu harus berupaya agar memiliki pola pikir matematis.

Kebanyakan orang menganggap matematika sebagai sebuah proses aritmatika atau menghafalkan formula yang kompleks. Ini sama halnya menanyakan apakah Kamu memerlukan ejaan yang sempurna atau memiliki kosa kata yang tinggi untuk menjadi penulis yang baik?

Menulis adalah tentang komunikasi, dan matematika / pemrograman adalah tentang proses berpikir logis (kemampuan memecahkan masalah secara sistematis).

Peran menguasai matematika berada pada dua sisi tergantung peruntukannya. Sebab Kamu bisa menjadi programmer yang hebat tanpa perlu mengetahui matematika tingkat lanjut. Akan tetapi berbeda halnya jika Kamu ingin menjadi programmer low-level language, membuat aplikasi pemrosesan gambar, membuat game 3D, atau analisis spesifik tentang suatu penelitian, maka matematika akan memainkan peran yang besar.

Sebagai seorang programmer, yang terpenting yang harus Kamu miliki adalah logika yang baik dan kemampuan memecahkan masalah.

Namun orang pandai dalam matematika umumnya lebih mudah dalam mempelajari pemrograman. Bukan berarti belajar matematika tidak penting, akan tetapi bukan juga menjadi halangan untuk Kamu mulai belajar pemrograman.

Perangkat yang Dibutuhkan untuk Belajar Pemrograman

Ketika akan memulai belajar pemrograman, kita harus memiliki perangkat untuk memprogram. Kita akan perlu menjabarkan secara detail berdasarkan jenis pemrograman yang akan Kamu geluti, namun secara garis besar hal yang paling diperlukan adalah komputer atau laptop.

Bila Kamu hendak belajar pemrograman web, komputer atau laptop yang terpasang aplikasi pendukung pemrograman web seperti web servercode editor dan database server sudah cukup untuk memulai belajar memprogram.

Spesifikasi komputernya pun tidak perlu terlalu besar, processor dual core dan memori RAM 2GB sudah cukup. Bila Kamu punya spesifikasi yang lebih tinggi itu akan meningkatkan kecepatan pengembangan aplikasimu.

Selain itu bila Kamu sudah masuk pada tahap belajar deployment atau memasang aplikasi webmu di internet, Kamu akan memerlukan layanan hosting yang bisa Kamu sewa mulai dari 10 ribu per bulannya.

Bila Kamu hendak membuat aplikasi desktop, perangkat yang kamu perlukan tidak jauh dengan kebutuhan pemrograman web. Termasuk bila Kamu hendak membuat aplikasi game untuk desktop. Hanya saja bila Kamu hendak belajar pemrograman aplikasi game, Kamu akan memerlukan memori RAM yang sedikit lebih tinggi, serta VGA card yang bagus di komputermu.

Bila Kamu hendak membuat aplikasi mobile Android, Kamu bakal perlu memori RAM minimal 4GB supaya proses belajarnya nyaman (tidak perlu menunggu proses loading Android Studio dan proses compiling terlalu lama). Dan tentu saja Kamu akan memerlukan smartphone Android untuk mencoba aplikasimu langsung di perangkat mobile.

Khusus untuk pengembangan aplikasi iOS (mobile maupun desktop), Kamu harus menggunakan perangkat Apple (iMac, Macbook, iPhone dan lain-lain).

Siapa Saja yang Bisa Menjadi Programmer? Siapa Saja yang Bisa Menjadi Programmer? Reviewed by Amrizal on November 14, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.